BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA
Kita kembali memasuki bulan Desember, di mana umat Kristiani sibuk
merayakan peristiwa agung kedatangan Sang Juruselamat ke dalam dunia.
Sebelum momen kesibukan ini bertambah pada puncaknya tanggal 25
Desember, izinkan kami dari keluarga besar STT Jaffray menyampaikan
Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2015. Kiranya Tuhan Yesus penyelamat
kita akan senantiasa melimpahkan yang baik dalam kehidupan kita semua.
Rabu, 24 Desember 2014
Senin, 15 Desember 2014
Seri Khotbah yang Hebat: Pakai Catatan atau Tidak
Khotbah yang
Hebat: “Pakai Catatan atau Tidak” (26)
Pengkhotbah
pemula yang sedang belajar Homiletika sering menanyakan kepada saya apakah
khotbah harus ditulis semua atau khotbah itu tanpa catatan? Atau paling tidak
dibuat garis besarnya saja lalu khotbah dengan gaya orasi tanpa catatan di
mimbar? Memang para pakar homiletika berbeda pandangan soal ini, ada yang
mewajibkan harus ditulis paling tidak 90 persen lengkap, tapi ada juga yang
menyatakan bahwa khotbah sebaiknya tidak perlu catatan lengkap. Saya mencoba
membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing pandangan ini dengan catatan
bahwa saya tidak pernah mendukung konsep khotbah tanpa persiapan. Karena bisa
saja ada anggapan bahwa khotbah bisa dilakukan tanpa catatan itu mudah dan
biarkan Roh Kudus bekerja walaupun tidak ada persiapan.
Selasa, 09 Desember 2014
Seri Khotbah yang Hebat: Topik tentang Keluarga dan Seks
Khotbah yang Hebat: “Topik tentang Keluarga dan Seks (25)”
Khotbah
tentang keluarga adalah suatu kewajiban bagi seorang pengkhotbah. Namun ada
pertanyaan yang diajukan kepada saya, bolehkah kita sebagai pengkhotbah
menceritakan masalah dalam keluarga kita sebagai ilustrasi? Atau ada juga yang
mengkhotbahkan masalah yang sensitif yaitu kehidupan seksnya. Bisakah kita
menceritakan bahwa sudah tidak melakukan hubungan suami istri karena salah satu
pasangan sakit, lalu kita ceritakan bahwa kita mengalami kemenangan dan tidak
tergoda walaupun sudah tidak melakukan hubungan pasutri cukup lama?
Pertanyaan
di atas adalah salah satu tantangan dalam mengkhotbahkan tema keluarga. Ada
beberapa tantangan lainnya: 1) Tantangan pertama adalah bagaimana jemaat
merasakan bahwa khotbah tentang keluarga berguna bagi semua jemaat, karena bisa
saja ada yang pernikahannya bahagia tapi tidak sedikit yang gagal dalam pernikahan.
Secara emosional mereka berpikir bahwa sang pengkhotbah sedang menyinggung
dirinya; 2) Tantangan kedua adalah bagaimana menceritakan keluarga kita tanpa
jemaat berpikir kita sedang membanggakan keluarga kita. Atau sebaliknya kita
mungkin menjadi rendah diri berkhotbah tentang keluarga karena baru menikah,
apalagi keluarga kita sedang mengalami berbagai proses tantangan.
Langganan:
Postingan (Atom)

