ANALISA
BIBLIKA TERHADAP KONSEP TEOLOGI
PEMBEBASAN DI DALAM KEKRISTENAN
Hengki Wijaya
Pendahuluan
Latar Belakang
Pada tahun 60-an para teolog radikal (kaum liberal) mulai bosan
menggeluti tantangan intelektual dari para pembela atheisme/kaum modernisme.
Sudah saatnya kekristenan bertanggungjawab melaksanakan tahap kedua dengan
menggabungkan diri membela kaum miskin dan tertindas. Hanya dengan cara
demikianlah para teolog dapat membuktikan realitas Tuhan yang nyata. Dalam dekade terakhir ini banyak orang
membicarakan Teologi Pembebasan, bukan saja di Amerika Latin tempat asal
teologia ini, tetapi juga di Asia dan Afrika. Walaupun Teologi Pembebasan
timbul di mana-mana, namun yang secara “vokal” dan sistematis berbicara tentang Teologi Pembebasan adalah yang berasal dari Amerika Latin.
Pokok Masalah
Permasalahannya
adalah apakah sebenarnya Teologi Pembebasan itu dan bagaimana kita menanggapi
teologi pembebasan yang memberikan pengaruh terhadap kehidupan kekristenan dan apakah sesuai
dengan tinjauan Alkitab. Oleh karena itu, penulisan
ini secara khusus akan meninjau pandangan Gustavo Gutierrez, yang merupakan
pelopor dan pencetus dasar pemikiran teologi pembebasan.
Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan “Analisa Biblika Terhadap Konsep Teologi Pembebasan Di Dalam
Kekristenan” adalah memberikan awasan terhadap pengaruh negatif Teologi Pembebasan
kepada setiap orang Kristen dan memahami Teologi Pembebasan ditinjau dari
Alkitab sebagai otoritas yang benar di dalam kekristenan masa kini.